Model

model-model pembelajaran pendidikan Hindu

14 Tanggapan

  1. TENTANG MODEL PEMBELAJARAN
    OLEH: IGN.SUARDEYASA

    Beberapa pendapat sebagai rujukan untuk menguraikan pengertian dasar model, sehingga konsep model tersebut menjadi jelas dan dapat mengarahkan kerangka peneliktian ini. Menurut Amirin (2003:69-70) model diartikan sebagai:
    “(1) contoh atau teladan, atau sesuatu yang perlu ditiru; (2) sebagai bentuk, pola, dan rancangan. Model diartikan sebagai tiruan dari kenyataan yang sebenarnya, tiruan realita (tiruan bukan dalam arti imitasi). Atau seperti dikatakan Elias M. Awad dalam Amirin (2003:70) dikatakan bahwa “a model is a representation of a real or a planned system. Model diartikan sebagai pencerminan, penggambaran sistem yang nyata atau direncanakan”.

    Lebih lanjut Joyce dan Weil dalam Syafaruddin dan Irwan Nasution (2005:182-183) menjelaskan model pembelajaran adalah:
    Deskripsi dari lingkungan pembelajaran yang bergerak dari perencanaan kurikulum, mata pelajaran, bagian-bagian dari pelajaran untuk merancang material pembelajaran, buku latihan kerja program, multi media, bantuan kompetensi untuk program pembelajaran. Dengan kata lain model pembelajaran adalah bantuan alat-alat yang mempermudah siswa dalam belajar. Jadi beradaan model pengajaran adalah berfungsi membantu siswa memperoleh informasi, gagasan, keterampilan, nilai-nilai cara berpikir dan pengertian yang diekspresikan mereka.

    Sementara Hamsah B. Uno (2007:10;25) menyebutkan ada beberapa model yang dapat digunakan sebagai pendekatan pembelajaran pemrosesan informasi yakni: (1) model perolehan konsep tokohnya Jerome Brunner; (2) model berpikir induktif tokohnya Hilda Taba; (3) model inquiry training tokohnya adalah Richard Suchman; (4) model scientific inquiry tokohnya Joseph J.Schwab; (5) model penumbuhan kognitif tokohnya Piagiet, Freud, Irving Siel dan Kohlberg; (6) model advance organizer tokohnya David Ausubel; dan (7) model memory tokohnya Harry Lorayne dan Jerry Lucas. Selanjutnya tiga model pembelajaran yang digolongkan ke dalam pendekatan pembelajaran sosial yakni: (1) model pembelajaran bermain peran; (2) model pembelajaran simulasi sosial; dan (3) model pembelajaran telaah atau kajian yurisprudensi.

  2. bli klo di smk model mana yg paling mendekati..?

    • kalau ditanya model mana???, tergantung cara pandang kita….jika ada sebuah strategi belajar yang digunakan sesuai dengan ajaran Tri Premana (Sabda, Bayu, Idep), Catur Premana (Pratyaksa, Lokika, Indrajala ect)…Tri Semaya (atita, nagatha wartamana)…pahami dulu ajaran tersebut apa esensinya…ada tidak teraplikasi di sekolah tersebut…terutama dalam aplikasi pembelajaran agama Hindu, kalau ada ambil saja ini sebagai model….akan lebih mudah….dari pada kita memaksanakan diri harus menyebut wah di SMK model ini cocok…nanti larinya ke pengukuran seberapa jauh kesesuaiannya itu (malah jadi Kuantitatif)…maaf saya agak alergi dengan kuantitatif…

  3. mohon bantuan kalau punya materi tentang model, pendekatan, startegi, metode pembelajaran agama Hindu yang bersumber dari Veda kirim ke marta.ariana@yahoo.co.id atau ke MartaArian@gmailco.id

    • Ada, seperti Model Catur Paramitha, Model Panca Yama Brata, Model Tri Premana (sabda Bayu Idep), model Tri Guna (sattwam, Rajas, Tamas). Model Catur Premana.

      Yang saya teliti baru Tri Semaya saja…selanjutnya akan meneliti model yang lain. Seperti Model Catur Paramitha (karuna, mudita, upeksa, Maitri-KAMU MAI). Yang terakhir sementara dipersiapkan…tunggu saja….

  4. bli tolong dong,,,,,,,,,, kita kok susah yea buat judul sekripsi tentang model pembelajaran agama hindu di kelas

  5. Apa yang bisa saya bantu?

  6. gmna hsil pnlitian trhdp model yg sudah anada teliti

  7. hasilnya baik…..tapi ada beberapa kelemahan…terkesan konvensional. harus ada merger dgn teori2 barat…seperti teori konstruktivisme….

  8. tolong dijelaskan lebih lanjut tentang model yang dapat digunakan sebagai pendekatan pembelajaran pemrosesan informasi.suksema

  9. Pendidikan Agama Hindu pada siswa di luar pulau bali masih sangat memprihatinkan, bukan tenaga pengajarnya saja, tapi juga dari siswanya sendiri.
    Disamping memang bukan mata pelajaran yang di UN Nas kan, tetapi Pendidikan Agama Hindu juga bagi siswa bukan mata pelajaran yang penting/sepele.
    Padahal seyogyanya, sekolah adalah tempat paling formal untuk menuntut ilmu pendidikan, khususnya agama, karena masih minimnya pasraman-pasraman yang ada di daerah-daerah.
    Dengan menggunakan pendekatan jaman, mungkin inilah ciri jaman Kali yang ada dalam kepercayaan Hindu, orang-orang pada jaman ini mengedepankan Artha dan Kama dia Atas Dharma dan Moksa.

    Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya pemikir dan inovator Hindu yang menguasai IT, makin banyak pula referensi ilmu yang dapat diperoleh melalui media internet.
    Satyam Eva Jayate…

    Jangan Lupa berkunjung juga ke Blog Nuansa Hindu di Link :
    http://mgmplampung.blogspot.com/2014/01/sejarah-agama-hindu.html

    Terimakasih

  10. belajar titi basa bali dan Tastra bali juga penting dlm hindu sebagai akar budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: