RPP AGAMA HINDU KELAS I KURIKULUM 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SD Negeri
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : I (Satu) / I (Satu)
Materi Pokok : Tri Kaya Parisudha
Alokasi Waktu : 4 Pertemuan (4 x 4 x 35 Menit)

A. Kompetensi Inti (KI)
KI-1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
KI-3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan Kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
KI-4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi
1. KI
(Sikap Spiritual ) 1.1 Membiasakan mengucapkan salam agama Hindu
1.2 Membiasakan mengucapkan dainika upasana (doa sehari-hari)
2. KI
(Sikap Sosial ) 2.1 Toleran terhadap sesama, keluarga, dan lingkungan dengan cara menyayangi ciptaan Sang Hyang Widhi (Ahimsa).
2.2 Berperilaku jujur (Satya), menghargai dan menghormati (Tat Tvam Asi) makhluk ciptaan Sang Hyang Widhi.
3. KI
(Pengetahuan) 3.1 Memahami ajaran Tri Kaya Parisudha sebagai tuntunan hidup.
Indikator :
3.1.1 Mengikuti ajaran Tri Kaya Parisudha
3.1.2 Mematuhi ajaran Kayika, wacika, manacika Parisudha
4. KI
(Keterampilan) 4.1 Mengamalkan Ajaran Tri Kaya Parisudha
Indikator :
4.1.1 Mencontohkan prilaku Kayika Parisudha
4.1.2 Mencontohkan prilaku wacika Parisudha
4.1.3 Mencontohkan prilaku manacika Parisudha

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat :
1) Mengikuti ajaran Tri Kaya Parisudha
2) Mematuhi ajaran Kayika, wacika, manacika Parisudha

Pertemuan 2
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat :
1) Mencontohkan prilaku Kayika Parisudha

Pertemuan 3
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat :
1) Mencontohkan prilaku wacika Parisudha

Pertemuan 4
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat :
1) Mencontohkan prilaku manacika Parisudha

D. Materi Pembelajaran
1. Mengikuti Ajaran Tri Kaya Parisudha
Pada mata pelajaran, guru mengajak peserta didik untuk bereksplorasi hal yang mereka lakukan setiap hari sejak bangun tidur. Dengan mengajak peserta didik bertanya jawab tentang kegiatan yang dilakukan, seperti apa yang dikerjakan setelah bangun tidur, bagaimana bertutur kata apabila bertemu teman, bagaimana bertutur kata dengan orang tua, saudara yang lebih tua, teman atau tetangga. Peserta didik dipandu untuk mengungkapkan contoh berpikir yang baik. Dengan menemukan banyak contoh bekerja yang baik, berkata yang baik dan berpikir yang baik, dengan contoh-contoh kegiatan yang dilakukan setiap hari. Peserta didik dibawa untuk menyimak ajaran Tri Kaya Parisudha, guru menumbuhkan keyakinan anak untuk selalu berbuat, berkata, dan berpikir yang baik dan benar dalam kehidupan ini.

2. Mematuhi Ajaran Tri Kaya Parisudha
Pada sub mata pelajaran ini, guru mengajak peserta didik mengulang sekali lagi pelajaran Tri Kaya Parisudha agar peserta didik tidak lupa. Guru menggaris bawah bahwa bekerja yang baik dan benar disebut Kayika Parisudha. Berkata yang baik dan benar disebut Wacika Parisudha dan berpikir yang baik dan benar disebut Manacika Parisudha. Guru menggaris bawahi bahwa Kayika Parisudha, Wacika Parisudha, dan Manacika Parisudha adalah bagian-bagian Tri Kaya Parisudha. Guru juga dapat memberikan manfaat dan tujuan dari Kayika Parisudha. Contoh-contoh Kayika Parisudha yang ada dalam buku, seperti disiplin berpakaian, berdana punia, dan menanam bunga di halaman rumah.

3. Mematuhi Ajaran Kayika, Wacika, dan Manacika Parisudha
Guru mengenalkan salam dalam agama Hindu dengan ucapan dalam bahasa Sanskerta “Om Swastyastu” artinya semoga selalu dalam keadaan baik atas karunia Sang Hyang Widhi. Salam ini selalu disampaikan ketika bertemu dengan saudara, tamu, keluarga, teman, dan guru di sekolah. Peserta didik diajak untuk selalu ingat kepada Sang Hyang Widhi. Karena Beliau sebagai sumber segala yang ada di dunia ini. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, wajib hukumnya untuk memuja-Nya dengan melakukan sembahyang. Guru mengajak peserta didik mengamati Serta menyimak gambar yang ada dalam buku panduan peserta didik. Guru mengajak peserta didik untuk menyebutkan contoh Kayika, Wacika, dan Manacika Parisudha. Guru juga mengajak peserta didik untuk berbuat, berkata, dan berpikir yang baik dan benar yang merupakan amalan ajaran Tri Kayika Parisudha.

4. Mengamalkan Tri Kaya Parisudha
a. Contoh Kayika Parisudha
Guru memandu peserta didik untuk menyebutkan contoh-contoh perilaku Kayika Parisudha. Dari contoh-contoh yang disebutkan, guru memandu peserta didik untuk mengurutkan contoh perilaku Kayika. Guru membahasnya dan menegaskan akibatnya. Peserta didik ditegaskan untuk selalu berbuat baik dan benar, seperti saling bekerja sama, saling berbagi kepada teman, dan meminjami buku. Guru menegaskan kepada peserta didik bahwa kebaikan yang kita lakukan pasti mendapat pahala.

b. Contoh Wacika Parisudha
Guru memandu peserta didik untuk menunjukkan kembali contoh-contoh perilaku Wacika Parisudha. Untuk memudahkan, peserta didik diajak menyimak beberapa cerita yang memuat pesan-pesan etika dan moral.

Cerita “Burung Beo dan Brahmana”
Dikisahkan di sebuah asrama, tinggallah seorang Brahmana yang sangat suci dan berilmu pengetahuan tinggi. Hal tersebut nampak dari aura yang dipancarkan lewat tutur katanya. Sang Brahmana memiliki peliharaan seekor burung beo yang sangat ia sayangi. Burung beo itu ia anggap sebagai temannya sendiri yang selalu ada dihatinya. Perilaku burung beo itu sangat ramah dan sopan—tidak berbeda dengan tuannya. Setiap ada orang yang berlalu lalang, disapanya Om Swastyastu; apa yang dapat kami bantu. Silakan ambil air jika haus, silakan ambil sendiri. Bila burung beo setiap hari mendengar perkataan yang ramah, sopan, dan lemah lembut, maka yang selalu dibayangkannya adalah perkataan yang ramahadan sopan. Jadi, guru perlu menegaskan untuk membiasakan bertutur kata yang sopan, ramah, dan lemah lembut sejak kecil. Jadi, si burung beo yang lahir dengan curahan hati serta didikan yang baik dari sang Brahmana, kini menjadi beo yang ramah dan sopan. Si burung beo tahu tentang etika dan tata karma yang baik, yang patut dan pantas saat berhadapan dengan setiap orang atau tamu yang berdatangan.

Cerita tentang “I Tarka”
Guru menceritakan kisah seorang anak yang tidak mau mendengar nasihat ibunya. Rumahnya hampir dimasuki pencuri, untung saja tetangga memergoki pencurinya. Suatu hari, seorang ibu menyuruh anaknya, Tarka untuk menjaga rumah sepulang dari sekolah. “Nak, sepulang sekolah nanti, tolong jaga rumah, ya. Ibu mau menengok nenek.” Sepulang sekolah, Tarka lupa pada janjinya. Ia main layangan dengan Arman. Pada sore harinya, ia baru pulang. Sampai di rumah, ia baru sadar bahwa ia telah melupakan janjinya. Ibu sudah menunggu di depan pintu. Tarka diam, tidak berani berbicara. “Tarka, karena kamu tidak menepati janji, rumah ini hampir dimasuki pencuri. Untung saja tetangga kita memergoki pencuri itu, jadi rumah kita tidak kemalingan. Itulah akibat ingkar janji, jangan sampai terulang lagi!” Tarka memegang tangan ibunya, lalu menciumnya. “Tarka minta maaf. Tarka tidak akan mengulangi lagi.” Guru menegaskan kepada peserta didik, jangan pernah mencoba untuk berpikir buruk dan ingkar dengan janji. Dengan berpikir bersih dan benar, maka akan timbul tutur kata yang ramah dan sopan, dan dengan berkata yang sopan, siapa pun yang berhadapan dengan kita, akan merasa kesejukkan.

c. Contoh Manacika Parisudha
Guru mengajak peserta didik untuk mengingat kembali cerita tentang kepintaran burung beo dalam bertutur kata. Guru membahas makna cerita kepintaran burung beo. Selain itu, guru membahas kembali tentang gambar yang ada pada buku peserta didik bahwa kita wajib bersembahyang dan berdoa setiap hari. Adanya tempat suci, orang suci, dan ajaran tentang Yadña, maka menggiring pikiran bawah sadar kita untuk berpikir bersih/Manacika Parisudha.

E. Model Pembelajaran
– Pendekatan : Saintifik
– Strategi : Model Penyingkapan (Discovery Learning)
– Metode : Ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, demonstrasi

F. Sumber, Media, dan Alat/Bahan Pembelajaran
– Sumber : Jaman, I Gede, dkk. 2013. Buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas I. Jakarta: Kemendikbud RI.
Wardana, Wisnu, Putra. 2008. Buku Pendidikan Agama Hindu Semara Ratih Kelas I. Denpasar : Tri Agung.
– Media : Gambar orang berpikir, orang berbicara, orang berbuat.
– Alat/Bahan : Papan Tulis, Spidol, LCD

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (Pertama) :
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Membuka pembelajaran dengan dengan salam penganjali umat “Om Swastyastu”.
b. Sebelum pembelajaran dimulai guru dan siswa mengucapkan dainika upasana “Om Awighnam Astu Namo Siddham”
c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
d. Guru menyapa peserta didik.
e. Peserta didik diajak bernyanyi terkait dengan ajaran Tri Kaya Parisudha.
f. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai.
g. Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak, menanya, berdiskusi, mengkomunikasikan dengan menyampaikan, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil diskusi.
10 menit

2. Kegiatan Inti
a. Mengamati
• Membaca dan menyimak pengertian tentang Tri Kaya Parisudha
• Membaca dan menyimak bagian-bagian Tri Kaya Parisudha
b. Menanya
• Melalui motivasi dari guru siswa mengajukan pertanyaan tentang pengertian Tri Kaya Parisudha.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha.
c. Mengumpulkan informasi/Eksperimen
• Mengelompokkan gambar-gambar tentang Ajaran Tri Kaya Parisudha.
d. Mengasosiasikan
• Menyimpulkan mengenai ajaran Tri Kaya Parisudha
e. Mengkomunikasikan
• Siswa maju ke depan kelas secara bergiliran :
– Mengungkapkan pengertian Tri Kaya Parisudha.
– Menerangkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha. 120 menit

3. Penutup
a. Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya.
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada per¬temuan berikutnya.
d. Pengucapan mantra Parama Santhi dengan sikap tangan anjali “Om Santhi, Santhi, Santhi Om” 10 menit

Pertemuan 2 (Kedua) :
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Membuka pembelajaran dengan dengan salam penganjali umat “Om Swastyastu”.
b. Sebelum pembelajaran dimulai guru dan siswa mengucapkan dainika upasana “Om Awighnam Astu Namo Siddham”
c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
d. Guru menyapa peserta didik.
e. Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan Materi pelajaran.
f. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai.
g. Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak, menanya, berdiskusi, mengkomunikasikan dengan menyampaikan, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil diskusi. 10 menit

2. Kegiatan Inti
a. Mengamati
• Membaca dan menyimak contoh-contoh tentang Kayika Parisudha.
b. Menanya
• Melalui motivasi dari guru siswa mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh Kayika Parisudha.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan contoh-contoh perilaku Kayika Parisudha.
c. Mengumpulkan informasi/Eksperimen
• Mengelompokkan contoh gambar-gambar tentang Ajaran Kayika Parisudha.
• Mengelompokkan contoh sikap Kayika Parisudha.
d. Mengasosiasikan
• Menyimpulkan mengenai contoh-contoh ajaran Tri Kaya Parisudha khususnya Kayika Parisudha
e. Mengkomunikasikan
• Siswa maju ke depan kelas secara bergiliran :
– Menceritakan secara singkat contoh sikap ajaran Kayika Parisudha. 120 menit

3. Penutup
a. Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya.
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada per¬temuan berikutnya.
d. Pengucapan mantra Parama Santhi dengan sikap tangan anjali “Om Santhi, Santhi, Santhi Om” 10 menit

Pertemuan 3 (Ketiga) :
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Membuka pembelajaran dengan dengan salam penganjali umat “Om Swastyastu”.
b. Sebelum pembelajaran dimulai guru dan siswa mengucapkan dainika upasana “Om Awighnam Astu Namo Siddham”
c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
d. Guru menyapa peserta didik.
e. Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan Materi pelajaran.
f. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai.
g. Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak, menanya, berdiskusi, mengkomunikasikan dengan menyampaikan, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil diskusi. 10 menit

2. Kegiatan Inti
a. Mengamati
• Membaca dan menyimak contoh-contoh tentang Wacika Parisudha.
b. Menanya
• Melalui motivasi dari guru siswa mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh Wacika Parisudha.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan contoh-contoh perilaku Wacika Parisudha.
c. Mengumpulkan informasi/Eksperimen
• Mengelompokkan contoh gambar-gambar tentang Ajaran Wacika Parisudha.
• Mengelompokkan contoh sikap Wacika Parisudha.
d. Mengasosiasikan
• Menyimpulkan mengenai contoh-contoh ajaran Tri Kaya Parisudha khususnya Wacika Parisudha
e. Mengkomunikasikan
• Siswa maju ke depan kelas secara bergiliran :
– Menceritakan secara singkat contoh sikap ajaran Wacika Parisudha. 120 menit

3. Penutup
a. Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya.
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada per¬temuan berikutnya.
d. Pengucapan mantra Parama Santhi dengan sikap tangan anjali “Om Santhi, Santhi, Santhi Om” 10 menit

Pertemuan 4 (Keempat) :
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Membuka pembelajaran dengan dengan salam penganjali umat “Om Swastyastu”.
b. Sebelum pembelajaran dimulai guru dan siswa mengucapkan dainika upasana “Om Awighnam Astu Namo Siddham”
c. Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
d. Guru menyapa peserta didik.
e. Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan Materi pelajaran.
f. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai.
g. Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menyimak, menanya, berdiskusi, mengkomunikasikan dengan menyampaikan, menanggapi dan membuat kesimpulan hasil diskusi. 10 menit

2. Kegiatan Inti
a. Mengamati
• Membaca dan menyimak contoh-contoh tentang Manacika Parisudha.
b. Menanya
• Melalui motivasi dari guru siswa mengajukan pertanyaan tentang contoh-contoh Manacika Parisudha.
• Mengajukan pertanyaan terkait dengan contoh-contoh perilaku Manacika Parisudha.
c. Mengumpulkan informasi/Eksperimen
• Mengelompokkan contoh gambar-gambar tentang Ajaran Manacika Parisudha.
• Mengelompokkan contoh sikap Manacika Parisudha.
d. Mengasosiasikan
• Menyimpulkan mengenai contoh-contoh ajaran Tri Kaya Parisudha khususnya Manacika Parisudha
e. Mengkomunikasikan
• Siswa maju ke depan kelas secara bergiliran :
– Menceritakan secara singkat contoh sikap ajaran Manacika Parisudha.
120 menit

3. Penutup
a. Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya.
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada per¬temuan berikutnya.
d. Pengucapan mantra Parama Santhi dengan sikap tangan anjali “Om Santhi, Santhi, Santhi Om” 10 menit

H. Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Penilaian Sikap Spiritual & Sosial
No Nama Siswa Sikap Spiritual Sikap Sosial Total
Disiplin tekun Jujur Tanggung jawab Sopan
1
2
3
4
5
6 Dst
Keterangan :
a. Sikap Spiritual
1) Indikator sikap “Disiplin”
– Disiplin melaksanakan doa sesudah dan sebelum kegiatan pembelajaran.
– Disiplin mengucapkan salam agama Hindu setiap memulia pelajaran.
– Disiplin mengucapkan doa dainika upasana sebelum memulai pelajaran.
– Disiplin mengucapkan doa memulai sesuatu.
2) Indikator sikap “Tekun”
– Tekun melaksanakan doa sesudah dan sebelum kegiatan pembelajaran.
– Tekun mengucapkan salam agama Hindu setiap memulia pelajaran.
– Tekun mengucapkan doa dainika upasana sebelum memulai pelajaran.
– Tekun mengucapkan doa memulai sesuatu.
3) Rubrik Pemberian Skor
4 = Jika peserta didik melakukan empat kegiatan tersebut.
3 = Jika peserta didik melakukan tiga kegiatan tersebut.
2 = Jika peserta didik melakukan dua kegiatan tersebut.
1 = Jika peserta didik melakukan satu kegiatan tersebut.

b. Sikap Sosial
1) Indikator sikap “Jujur”
– Tidak suka berbohong
– Selalu berbicara apa adanya
– Jujur dalam berperilaku
– Berani mengungkapkan kebenaran
2) Indikator sikap “Tanggung jawab”
– Selalu menyelesaikan tugas yang diberikan guru
– Tidak bertele-tele dalam bekerja
– Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas
– Datang tepat waktu ke kelas
3) Indikator sikap “Sopan”
– Tidak berkata kasar dan kotor
– Menggunakan kata-kata lembut
– Selalu mengetuk pintu sebelum memesuki rung seseorang
– Selalu bersikap sopan pada orang lain
4) Rubrik Pemberian Skor
4 = Jika peserta didik melakukan empat kegiatan tersebut.
3 = Jika peserta didik melakukan tiga kegiatan tersebut.
2 = Jika peserta didik melakukan dua kegiatan tersebut.
1 = Jika peserta didik melakukan satu kegiatan tersebut.

2. Tugas
Buatlah laporan hasil pengamatan atau hasil diskusi kelompok contoh-contoh perilaku Tri Kaya Parisudha.
3. Portofolio
Buatlah Kliping yang berkaitan dengan kegiatan Kayika, wacika, dan manacika Parisudha.
4. Penilaian Pengetahuan
No Butir Soal Kunci Jawaban
1 Perkataan yang ….bisa menyenangkan orang lain
a. Lambat b. Sopan B
2 Membantu teman yang kehilangan pensil, dengan cara….
a. Meminjamkan b. Memarahi A
3 Iri hati dan dengki termasuk contoh….
a. Berbicara yang tidak baik b. Berpikir yang tidak baik B
4 Jika ada teman yang diejek maka seharusnya kamu….
a. Ikut mengejek b. Menyadarkan yang mengejek B
5 Menyampaikan pesan disebut….
a. Berbicara b. Berpikir A
6 Kamu bisa menjadi pintar asal rajin….
a. Berlatih b. Bermain A
7 …..adalah perbuatan yang baik
a. Membantu Ibu b. Ingin tahu A
8 Bila ditanya guru, seharusnya kamu….
a. Memalingkan muka b. Menjawab B
9 Bekerja merupakan ….manusia
a. Kewajiban b. Kesenangan A
10 Tugas pelajaran bisa dikerjakan dengan baik dalam suasana….
a. Ribut b. Tenang B

Skor = Jumlah benar X 10

Mengetahui,
Kepala SD Negeri ……………..

…………………………………
NIP……………………………. ………….., …………………..
Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti

…………………………………
NIP…………………………….

MAAF INI HANYA CONTOH SEMATA, UNTUK MENDAPATKAN CONTOH-CONTOH RPP BESERTA PROGRAM PEMBELAJARAN LAINNYA SILAHKAN MENGHUBUNGI ADMIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: