Puskor Bantu Anak-anak Panti Asuhan Destawan, Yasa Kerti, dan Bedah Rumah di Munti Gunung Timur

Gus Arde/Denpasar

Puskor Bantu Anak-anak Panti Asuhan Destawan, Yasa Kerti, dan Bedah Rumah
di Munti Gunung Timur

Beberepa waktu lalu, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) memberikan dukungan terhadap anak-anak di Panti Asuhan Destawan, Panti Jompo Yasa Kerti di Karangasem, masyarakat miskin di Munti Gunung dan bedah rumah Kt.Muder di Munti Gunung Timur Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem.
Rombongan Puskor pusat di Denpasar yang di ketuai Ida Bagus Ketut Susesa Wanasara menyerahkan bantuan berupa sembako. Selain itu, pihak Puskor juga mengajak memulai dari yayasan untuk bersama-sama mendukung gerakan Puskor yang disampaikan oleh IB.Susena (ketua Puskor) terdiri dari empat pilar gerakan, yaitu: pilar pertama, pusat koordinasi hindu seindonesia (PUSKOR HINDUNESIA), kedua pemberdayaan ekonomi umat melalui punia klipatan 10.000, Koperasi Dharma Artha Jagadhita (KODAJA), keempat bela dharma sebagai upaya untuk membela dharma.
Ketua Panti Asuhan Destawan Ketut Sutrisna membenarkan kedatangan Puskor di panti asuhan yang dia pimpin tersebut, “kami menyambut baik kedatangan puskor sekaligus mendukung program-program Puskor, selanjutnya akan kami tindak lanjuti padad kesempatan mendatang dengan menguatkan dan membentuk Dekorda (Dewan Koordinasi Daerah) Buleleng”.
Kegiatan Puskor menurut pimpinan IB.Susena tidak saja di Panti Asuhan Destawan saja, beberapa minggu lalu telah berkunjung ke Yayasan Yasa Kerti di Amlapura-Karangasem lalu dilanjutkan bakti sosial di Munti Gunung, dengan memberikan sembako kepada lebih dari puluhan masyarakat miskin.
Dari hasil survey yang dilakukan puskor bersama relawan ke wilayah Banjar Dinas Munti Gunung Timur, IB.Susena mengakui bahwa “banyak di sini rumah penduduk yang tidak layak huni, ini tidak boleh dibiarkan, kita tidak boleh menutup mata, apapun alasannya’ pertama kita sepakati dulu upaya satu rumah atas nama Kt.Muder/Meme Landry yang sudah sakit-sakitan serta kondisinya yang menyedihkan sejak puluhan tahun lalu kehilangan rumahnya karena diterpa angin kencang.
Pada hampir seminggu program bedah rumah Kt.Muder dapat dilaksanakan, dengan anggaran 8 juta inipun masih didukung oleh relawan yang membayarkan dana punianya kepada puskor dalam upaya bedah rumah ini, menurut koordinator relawan Puskor di Munti Gunung I Made Kalih sewaktu di konfirmasi membenarkan’ “bedah rumah dadong muder telah berlangsung diperkirakan pada hari raya Galungan dan Kuningan ini sudah dapat ditempati”.
Harapannya semakin banyaknya para pemerhati sesama yang memberikan dukungan seperti ini, I Made Kalih melaporkan kepada Media Hindu, di Banjar Dinas Munti Gunung Timur saja ada 45 lebih rumah masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian, sebab untuk wilayah pos Cangkeng masih terisolasi dan berada jauh dari keramaian. mengandalkan pemerintah saja tidak cukup, dari sekian banyak warga miskin di Kabupaten Karangasem.
Memang seharusnya jika hindu ingin bangkit dari keterpurukan lemahnya dukungan finansial dalam upaya mengentaskan kemiskinan, harus memiliki badan swadaya yang bergerak mensinergikan dana untuk sepenuhnya memakmurkan masyarakat Hindu.
Tentnya bagi bali sangat ironi dengan bergelimangan dolar pariwisata, namun masih banyak masyarakat yang sedikitpun tidak tersentuh oleh hasil-hasil dari pariwisata tersebut.
Dilihat dari perkembangan data base relawan dan donator Puskor Hindunesia sangat mengesankan, cukup mendapatkan perhatian para dermawan dharma dari seluruh nusantara, jumlah yang telah memberikan puniapun dari hari ke hari semakin bertambah banyak mencapai 200 donator dengan lebih dari 700 paket, dari paket 1 sampai paket 33 dengan kelipatan 10.000 punia inilah ib.susena optimis dapat berbuat lebih banyak untuk memberikan sekedar terhadap umat hindu diseluruh nusantara ini.
Dilihat aktivitasnya, puskor telah memberikan dukungan buku terhadap beberapa pasraman, memberikan dukungan dana terhadap pembangujnan pura di Jawa Timur demikian juga telah memberikan dukungan dana terhadap pembangunan pura di daerah Sulawesi Barat.
Bahkan menurut ketua puskor pusat di denpasar IB.Susena, yakin jika dikelola dengan baik Koperasi Dharma Artha Jagadhita (KODAJA) akan berkembang terus, saat ini kodaja memiliki 100 juta dana bergulir yang dipinjamkan kepada anggota. Untuk mendukung usaha kecil umat Hindu.
Sedangkan untuk program Bela Hindu Dharma, beberapa kali melakukan gerakan menolak dipugarnya patung wisnu murti di Tabanan, mencoba menjembatani pemulangan jenazah umat hindu yang meninggal di luar negeri, demikian halnya Puskor juga mengunjungi kantong-kantong umat di Jawa untuk memberikan kesadaran akan dharma dan kekuatan sraddha mereka.

keterangan foto:
1. Pertemuan Puskor Hindunesia di Panti Asuhan Destawan-Buleleng
2. Baksos Puskor di Munti Gunung-Karangasem
3. Penyerahan dana bedah rumah Kt.Muder di Munti Gunung Timur

Sumber: Majalah Media Hindu Edisi Desember 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: