NYOMAN WIJANA SELALU TERSENYUM DI KENYERI STORE DENPASAR

Bagi pelanggan setia Media Hindu dengan produk berupa newspaper (Majalah Media Hindu), Hindu Books (buku-buku Hindu), Boreh Bali, dan aksesories Hindu, Nyoman Wijana sudah akrab. Dia selalu tersenyum menyapa para pelangganya, menyapa dengan ramah. Laki-laki kelahiran Busung Biu Buleleng ini memang gesit dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Di tokonya yang terbilang antique, Kenyeri Store Jln. Kenyeri No. 53 X Denpasar Pleksi (0361-7482511), yang dapat dicari dari arah jalan Wr.Supratman atau Jalan Gatot Subroto, atau jika dari Timur dapat dicari dari Jalan Prelina dan Jalan Meduri.

Meskipun berdirinya toko ini baru beberapa tahun saja, tapi persediaan pernak-perniknya sudah cukup lengkap. Banyak pelanggan yang terpesona begitu masuk ke toko pak nyoman, lagu-lagu rohani Hindu mengalun. Di bagi dalam dua ruang, ruang satunya berisi koleksi pernak-pernik Hindu anda, dan ruang lainya sekaligus sebagai ruang administrasi, tempat pak nyoman yang selalu tersenyum bahagia sambil menawarkan segelas air putih, pak “mari santai dulu, minum dulu” katanya.

Pak Nyoman adalah orang tua beristri Guru TK di Denpasar, dan dianugrahi 2 orang anak, yang membuat pak Nyoman merasa berbahagia melayani tamu yang datang. “silahkan pak/ibu dilihat-lihat dulu, disebelah ada koleksi pernak-pernik Hindu, lagu-lagu kerokhanian Hindu”.

Harum dupa mewangi seakan tidak membiarkan sisi nafas untuk menghirup udara yang kotor di sisi jalanan, siang ini pak Nyoman keluar mengirim seluruh order di seputaran Denpasar hingga menyeruak seluruh Bali. Nomer hand phone-nya selalu aktif 24 jam kring. Ketika dia mobile, sang istri gantian tersenyum di antara harumnya dupa dari harumnya bunga melati, cempaka, kenanga, atau Jempiring.

Rupanya bagi bapak dan ibu dua anak ini, profesi sebagai agen Media Hindu yang dia lakoni ini memang benar-benar disenanginya. Suatu hari, ada penawaran, pak mau menampung rambutan saya, wah pak Nyoman menjawabnya dengan semangat, “ya di Denpasar ini sebagian besar buah bertarif tinggi, bawakan saja nanti saya salurkan, kalau perlu ada penjual canang di depan toko saya”, sahutnya.

Dulu sebelum dikembangkan seperti sekarang ini, toko pak nyoman dapat dikatakan sempit, hanya satu ruang saja, ketika majalah datang wah wah…ruangan menjadi penuh majalah. Dan pak Nyoman tersenyum lagi, “kanggwang de (Gus Arde-pen) mare mone ngidaang” jawabnya sambil membungkus majalah dan pesanan buku-buku Hindu, serta Boreh Bali.

Berangkat dari sanalah, pak Nyoman lalu memperluas tokonya, menjadi dua ruangan. Konon menurut pak Nyoman, produk Boreh Bali sudah menyebar ke seluruh Indonesia ini.

Sumber: Majalah Media Hindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: