KRUNA-KRUNA BASA BALI

Penggolongan kata menurut artinya ini termasuk dalam tata bahasa tradisional, yang berpangkal pada pembagian Aristoteles.

1. Kata benda (Kruna aran) : buku, angsa, pandita, dewa, weda, pangorengan, pici-pici, patapan, paguron ….

2. Kata kerja (Kruna kria) : bangun, negak, masadedeg, mlaib-laiban …

3. Kata keadaan (Kruna kanan) : barak, putih, gede, bagus, cenikan, oyog-oyog ….

4. Kata ganti (Kruna pengentos) : ene, ento, ia, ida, dane, apa, nyen ….

5. Kata bilangan (Kruna wilangan) : besik, dua, telu, satus, satak, lebak ….

6. Kata keterangan (Kruna keterangan) : ibi, pidan, ipuan, makelo, dini, ditu….

7. Kata depan (Kruna ater-ater) : di, ka, uli, antuk, olih …

8. Kata sambung (Kruna pangiket) : yen, yening, muah, miwah, wiadin, tur, nanging, turmaning ….

9. Kata sandang (Kruna sandang) : I, ni, para, saang ….

10. Kata seru (Kruna panguwuh) : oh, ah, cih ….

(Sumber: Modul Bahasa Bali, Pendidikan Guru Agama Hindu Direktorat Jendral Bimas Hindu dan Buddha Jakarta).

2 Tanggapan

  1. Nyuh gading kruna…..

  2. Kruna aran………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: