IMBUHAN (WEWEHAN)

Sekarang Anda dapat menggarisbawahi kata berimbuhan pada wacana I Di muka. Imbuhan (atau afiks, bahasa Bali: wewehan) ada 4 jenis:

  1. awalan (bahasa Bali: pangater): N-, ma-, ka-, pa-, pi-, sa-, a-, pra-, pari-, pati-, maka-, saka-, kuma-.
  2. Akhiran (bahasa Bali: pengiring): -a, -ang, -in, -e, -ne, -n, -ing.
  3. Konfiks: pa-an, ma-an, bra-an.
  4. Sisipan (bahasa Bali: seselan): -um-, -in-, -el-, -er-.

(Sumber: Modul Bahasa Bali, Pendidikan Guru Agama Hindu Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Jakarta).

5 Tanggapan

  1. Tapi kalau penulisannya, sering orang menambahkan pangater dengan menggunakan vokal ‘e’ bukan ‘a’ seperti kata ‘majalan’ sering ditulis ‘mejalan’ sesuai bunyinya…

  2. Maka itu perlu mendapatkan penjelasan, inilah pentingnya di sekolah-sekolah perlu diajarkan Bahasa Bali; agar tidak kacang lupa kulitnya. Orang Bali, tapi tidak bisa berbahasa Bali.
    Mudah-mudahan Banyak Salahnya Penjelasan Saya Berikut:
    MA+JALAN…..ditulis seperti itu. MAJALAN, dan dibaca dengan MEJALAN, sama bentukkannya dengan MA+KARYA, menjadi MAKARYA (dibaca MEKARYE) huruf a dibelakang juga dibaca dengan e.

  3. Buat pelajaran di sekolah atau di rumah menjadi sebuah permainan yang menyenangkan…dengan permainan atau rool play

  4. awalan dalam bahasa bali isi contohnya dunk….šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: