Abstrak Jurnal Sastracarya 01

SILENT SITTING SEBAGAI STARTER PADA PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
DI KELAS X SMA WIDYA WASKITA WISATA KUBU
TAHUN PELAJARAN 2006/2007
by
I Made Rasta

ABSTRACT

The background of this research is the low matter learning interest of the students in grade X of SMA Widya Waskita Wisata Kubu which characterized by the low learning quality especially in lesson chemistry in the first semester in academic year 2006/2007. The aim of this research is to increase the students learning quality involve cognitive and affective competences which based on the achievement of passing grade in learning both individually as well as classically.
The kind of this research is the classroom action research with subjects 45 students grade X class in SMA Widya Waskita Wisata Kubu in academic year 2006/2007. And, the object of this reserch is the learning quality that achieved by the student, involve cognitive and affective competences and the students responses toward the application of silent sitting as starter in learning chemistry. The cognitive competence data is collected through, quiz and the results of final test. The affective competence data is collected through attidute test which derived from affected test published by Depdiknas 2003, page 119-121, while students responses are collected by using questioner test.
The results of this research is : in circle I the average score of the students cognitive competence is 70.15 and in circle II the average score is 78.50. So, the increase is 8.35 or 11%. The average score of affective competence in circle I is 82.06 and in circle II is 84.45. There is a significant increase, that is about 2.39 or 3%. And there is also a significant increase in classical mastery. The average score in the classical mastery 73% in circle I and 91% in circle II. The students gave positive responses toward the application of silent sitting as starter in learning chemistry.
The conclude of this research is that the application of silent sitting as starter in learning chemistry can increase the students comprehension of the grade X of SMA Widya Waskita Wisata Kubu in academic year 2006/2007.

Key words : Silent Sitting, Starter in learning chemistry, Learning quality.

* Penulis, Guru Kimia di SMKN 1 Kubu Karangasem, Ketua PGRI Kecamatan Kubu Karangasem, dan telah Menyelesaikan Studi S2 pada Program Magister Ilmu Pendidikan Agama Hindu di Program Pascasarjana IHDN Denpasar.

KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN TRI SËMAYA
PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU
DI SMAN 8 DENPASAR
Oleh: IGN.Suardeyasa*

ABSTRAK
Model pembelajaran Tri Sëmaya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar: pada tahapan perencanaan menyesuaikan kerangka Tri Sëmaya dengan materi pelajaran, indikator keberhasilan, tujuan pembelajaran, sumber dan alat pelajaran, serta metode pembelajaran. Pada tahapan sintaks pembelajaran, guru memberikan informasi terkait dengan materi susila yang dibahas, siswa bekerja sama (cooperating) mencari konsep Tri Guna dan Dasa Mala dalam sumber-sumber susastra Hindu seperti Bhagawan Dhomya dan Bambang Ekalawya, menghubungkannya (relating) dengan kondisi kekinian (wartamana) dengan pengalaman siswa sendiri (experiencing), mengaplikasikan (appliying) nilai Tri Guna dan Dasa Mala dalam ceritra, guru dapat menguatkan dan mentransfer pengetahuan tambahan untuk menuju masa depan (nagata) yang lebih baik. Tahapan evaluasi, soal-soal yang disediakan disesuaikan dengan materi untuk mengembangkan daya Tri Sëmaya siswa.

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Tri Sëmaya, Pendidikan Agama Hindu

* Penulis adalah Guru Agama Hindu di SDN 6 Tianyar Barat, sejak Tahun 2007 sebagai Koresponden Majalah Media Hindu Jakarta, dan sedang menempuh S2 Program Studi Dharma Acarya PPs IHDN Denpasar.

PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEORI DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA SISWA KELAS X.8 SMK NEGERI 1 KUBU
Oleh: I Nyoman Duwika Adi Ana*

ABSTRAK
Penulisan ini merupakan hasil dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan (1) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa X.8 SMK Negeri 1 Kubu setelah menggunakan macromedia flash dalam pembelajaran Seni Rupa, (2) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh agar penggunaan macromedia flash dapat meningkatkan pemahaman teori dalam pembelajaran Seni Rupa pada siswa kelas X.8 SMK Negeri 1 Kubu, dan (3) mendeskripsikan respons siswa kelas X.8 SMK Negeri 1 Kubu terhadap penggunaan macromedia flash dapat meningkatkan pemahaman teori dalam pembelajaran Seni Rupa. Hasil penelitian ini adalah (1) hasil belajar siswa dalam memahami teori Seni Rupa mengalami peningkatan, yakni 71 pada siklus 1 menjadi 84 pada siklus 2; (2) ada 16 langkah yang diterapkan dalam pembelajaran seni rupa dengan menggunakan macromedia flash agar pemahaman siswa kelas X.8 SMK Negeri 1 Kubu terhadap teori seni rupa dapat ditingkatkan, dan (3) siswa kelas X.8 SMK Negeri 1 Kubu merespons positif terhadap kegiatan pembelajaran teori seni rupa dengan menggunakan macromedia flash.
Kata Kunci : macromedia flash, pemahaman teori, seni rupa
* Penulis, adalah Guru SBK di SMKN 1 Kubu Karangasem.

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
PADA SISWA KELAS VI SEMESTER I TA. 2006/2007 SD. NEGERI 4 BATURINGGIT KUBU KARANGASEM
Oleh: I Made Tantra*

ABSTRAK
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas proses dan prestasi belajar IPS peserta didik, melalui penerapan proses pembelajaran pengetahuan sosial dengan pendekatan kontekstual. Menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan desain siklus model Kemmis dan Taggart. Partisipan yang menjadi subyek penelitian berjumlah 14 orang dari peserta didik kelas VI Sekolah Dasar Negeri 4 Baturinggit. Data dikumpulkan menggunakan metode tes hasil belajar dan observasi yang diolah dengan analisis deskriptif. Berdasarkan analisis data deskriptif dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kualitas dan prestasi belajar peserta didik kelas VI Sekolah Dasar Negeri 4 Baturinggit pada mata pelajaran IPS dengan topik koperasi dalam perekonomian Indonesia.

Kata Kunci: prestasi belajar, pendekatan kontekstual
Penulis, adalah Guru SDN. 4 Baturinggit Kecamatan Kubu Karangasem

APLIKASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA ANAK USIA DINI
DI DESA TIANYAR BARAT
Oleh: Ni Luh Suriningsih*

ABSTRAK

Umat Hindu mewujudkan kepercayaan dan keyakinan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan beraneka ragam cara. Hal ini mencerminkan kebersamaan kehidupan masyarakat dalam perbedaan. Dengan rendahnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya yang berusia 3 tahun sampai 6 tahun ke Kelompok Bermain maupun Taman Kanak-kanak. Dan khususnya masyarakat di Desa Tianyar Barat belum mengetahui dan memahami Pendidikan Anak Usia Dini. Maka yang melandasi penulis untuk menggali dan mengkaji Aplikasi Pendidikan Agama Hindu pada Anak Usia Dini, dengan uraian masalahnya yaitu latar belakang, tujuan serta Aplikasi Pendidikan Agama Hindu pada Anak Usia Dini. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan bahwa Pendidikan Agama Hindu wajib hukumnya pada anak usia dini, bahkan masih di dalam kandunganpun sudah mendapat pendidikan, untuk membentuk mental yang positif, tata susila, etika, budi pekerti agar menjadi anak suputra, dan Pendidikan Agama Hindu bertujuan menumbuh kembangkan dan meningkatkan Sradha dan Bhakti.

Kata Kunci: Aplikasi, Pendidikan Agama Hindu, Anak Usia Dini
* Ni Luh Suriningsih, S.Pd adalah Guru PAUD di Kecamatan Kubu, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Karangasem.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI BERMAIN GAMES MODEL KARTU PERTANYAAN PADA PELAJARAN IPS DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 TIANYAR TENGAH 2005/2006
Oleh: I Ketut Nerima*

Abstrak
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Bermain Games Model Kartu Pertanyaan pada Pelajaran IPS di Kelas V SD N 2 Tianyar Tengah, Kubu, Karangangasem (2005/2006). Penelitian ini dilakukan untuk mengadakan perbaikan hasil belajar siswa inovasi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Penelitian dilakukan terhadap 26 orang pada siswa kelas V melalui tindakan kelas model Kemmis yang dilakukan pada dua siklus. Berdasarkan analisis data model CoX ditemukan kemajuan hasil belajar dari siklus I, 57,69% memperoleh skor ≤ 70,0 (nilai B) sedangkan pada siklus II 84,26%. Begitu pula berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II keaktifan siswa mencapai 76,92 % Sedangkan berdasarkan wawancara 88,46% siswa menyatakan senang mengikuti pelajaran.Ini berarti penerapan pembelajaran dengan media kartu secara sistimatis dapat memberikan rung yang maksimal dan menciptakan azas pembelajaran yang aktif,kreatif dan menyenangkan melatih siswa berpikir, bersikap belajar dan melakukan sehingga siswa menjadi kompeten terhadap apa yang dipelajari.

Kata Kunci: Meningkatkan Hasil Belajar dan Bermain Games Model Kartu Pertanyaan.
* Penulis, adalah Kepala SDN 2 Tianyar Tengah, dan telah menyelesaikan studi S2 pada Program Ilmu Agama dan Budaya di PPS Universitas Hindu Indonesia (UNHI).

POLA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU
DAN UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA
DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN KUBU KARANGASEM

Oleh: Ni Nengah Sari*

ABSTRAK
Pendidikan Agama Hindu mempunyai tempat yang sangat setrategis dan penting dalam sistem pendidikan secara keseluruhan karena pendidikan agama pada intinya berujung pada pendidikan akhlak. Untuk itu pendidikan agama harus terus di upayakan kearah yang lebih berkualitas sehingga pendidikan di Indonesia bisa semakin maju. Pola pembelajaran agama Hindu di Sekolah Dasar Kecamatan Kubu Karangasem adalah : 1) pola pendidikan agama Hindu berdasarkan teks kurikulum, 2) pola pembelajaran agama Hindu di kelas, 3) pola pembelajaran agama Hindu di luar kelas. Usaha peningkatan kualitas pendidikan agama Hindu dilaksanakan di Sekolah Dasar melalui dua kegiatan yaitu: 1) di dalam kelas dengan cara memperbaiki strategi dan proses belajar mengajar dengan menerapkan pola pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM), 2) di luar kelas dengan cara melakukan darma wecana saat purnama tilem, mengadakan lomba saat kegiatan tengah semester, mengadakan tirta yatra dan guru – guru melakukan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Kata Kunci : Pola Pembelajaran, Pendidikan dan Agama Hindu
* Penulis, adalah Kepala SDN 4 Baturinggit Kecamatan Kubu Karangasem, dosen STIKIP Agama Hindu Amlapura, dan telah menyelesaikan studi S2 pada Program Studi Dharma Acarya PPs IHDN (Instsitut Hindu Dharma Negeri) Denpasar.

PENERAPAN KONSEP STRUKTUR ATOM DALAM MENJELASKAN FILOSOFIS TAT TWAM ASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN
SISWA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 KUBU TAHUN PELAJARAN 2007/2008
Oleh: Turya Adnyani*

ABSTRACT

The background of this research is the low comprehension of grade XI students of science class compared to grade XI students of social and language classes and the classical unmastery of Hindu Religion lesson in grade XI of science class in SMA Negeri 1 Kubu in academic year 2007/2008. The aim of this research is to increase the students comprehension in religious lesson and finally to reach the individual and classical mastery learning, espesialy the tat twam asi concept.
The kind of this research is the classroom action research with subjects 37 students grade XI of science class in SMA Negeri 1 Kubu academic year 2007/2008. And, the object of this reserch is the students comprehesion level in Hindu Religion lesson which covers : the cognitive competence, the affective competence and the students responses toward the application of this science-analogy in Hindu-Religion lesson. The cognitive competence data is collected through pre test, quiz and the results of final test. The affective competence data is collected through attidute test which derived from affected test published by Depdiknas 2003, page 119-121, while students responses are collected by using questionnairre.
The results of the research is : in circle I the average score of the students cognitive competence is 78.45 and in circle II the average score is 80.63. So, the increase is 2.18 or 3%. The average score of affective competence in circle I is 80.36 and in circle II is 84.32. There is a significant increase, that is about 3.96 or 5%. And there is also a significant increase in classical mastery. The average score in the classical mastery before the research was done is only 72% but it increased to be 73% in circle I and 100% in circle II. The students gave positive responses toward the application of science-analogy in learning Hindu Religion.
The conclude of this research is that the application of atomic structure in learning Hindu religion, especialy tat twam asi concept can increase the comprehension of the grade XI students of science class in SMA Negeri 1 Kubu academic year 2007/2008.

Key words : Atomic Structure, Tat Twam As Concept, and Students Comprehension.
* Kadek Turya Adnyani, S.Pd., M.Pd.H. adalah guru Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Kubu Karangasem Bali.

DOWNLOAD DISINI abstrak SC01

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: