Memulai Sebuah Penelitian (Permasalahan dan Analisis Penelitian)

Oleh: IGN.Suardeyasa

I. Pendahuluan
Banyak masalah yang diperoleh seorang calon peneliti, atau peneliti awal. Dari mana harus memulai sebuah penelitian. Apa itu masalah; terkadang kuliah-kuliah yang diberikan oleh dosen di Kampus hanya berkisar konsepsi penelitian saja. aplikasinya begitu kurang. Seorang mahasiswa sering mengadu kepada penulis, di Kampus tidak dapat pelajaran tentang yang seperti ini. Itulah seperangkat masalah yang ada, di Kampus. Mengapa selepas pelajaran Metode Penelitian, mahasiswa tidak begitu faham untuk menjadi seorang peneliti.
Padahal, misi kampus ada tiga yakni: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Tiga pilar inilah yang perlu dipertegas aplikasinya. Tapi pada penulisan ini tidak dimaksudkan untuk itu. Mari menjadi seorang peneliti, inilah maksud dari penulisan ini. Mungkin nantinya dapat dijadikan sebagai sebuah motivasi bagi Guru, dan Mahasiswa untuk mulai belajar menemukan masalah, dan merumuskannya secara apik dalam rancangan proposal penelitiannya.

II. Pembahasan

Sebuah penelitian hendaknya memulai dari permasalahan. Mendeteksi sebuah permasalahan tidak perlu rumus Matematika atau Rumus Fisika. Mulanya yang dilihat adalah fenomena yang terjadi, dalam beberapa jenis penelitian ada yang menyebutkan gejala, ada pula yang menyebutnya dengan fenomena, paradigmatis, dan istilah lainnya.

Misalkan: sekarang ini yang menjadi lahan penelitian para guru adalah menunjukkan kreativitas penelitiannya di Sekolah-Sekolah dalam rangka Development Research (Ghony, 2008). Pada sekolah terkadang sering terjadi melemahnya motivasi belajar siswa, yang indikatornya siswa malas bertanya, sering ngantuk di kelas, siswa sering keluar-masuk kelas, sering tidak tenang (Gelisah), enggan mengerjakan tugas-tugas (karena metode tugas sudah menjenuhkan bagi siswa).
JENUH MEMBACA DI WEBS, DAN TIDAK IRIT PULSA. SILAHKAN DOWNLOAD DI SINI <a href="“>

NUPTK APRIL 2010 KARANGASEM

Om Swastyastu,
Kabar gembira bagi guru-guru di Kabupaten Karangasem Bali, karena per April 2010 NUPTK sudah update dengan data yang baru. Saya kebetulan mendownload sendiri di http://www.info.nuptk.id, dan dapat dilihat juga di http://www.tugasguru.blogspot.com, jadi silahkan untuk kawan-kawan guru yang mau memperoleh data nomer NUPTK-nya.
download disini<a href="D_22_B A L I_KAB. KARANG ASEM april 2010.XLS“>

Pengaruh Hidro Siklus terhadap Upacara Kematian

OLeh: IGN.Suardeyasa

Kali ini tidak akan berusaha untuk mencangkokkan sebuah faham yang sebagian besar telah dianut oleh masyarakat Hindu di Bali, ngaben demikian disebutkan, yang manfaatnya lebih cepat untuk mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta ke Panca Tan Matra yang akhirnya mencapai moksa.

Pada masyarakat Hindu khususnya yang tergolong Bali Aga, masih banyak daerah yang tidak menerima ngaben secara utuh. Daerah Desa Les Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng (Bali Utara) yang memiliki upacara unik yang jarang ditemui di wilayah lainnya.

Salah satu upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Les yang masih memegang tradisi adalah upacara metuunang, upacara ini sudah pernah ada yang meneliti lebih jauh, akan tetapi hanya secara empiris deskriptif semata, bahwa memang benar Desa Les melaksanakan upacara metuunang.

Bentuk upacara ini mencirikan kesederhanaan, sesuai dengan konsepsi namanya “metuun” yang berasal dari kata “tuwun” yang artinya turun, maksudnya menunduk tanpa menoleh ke kanan dan kekiri, sehingga tidak lagi upacara gede kesamping dari pada yang ke atas.

Gede kesamping dimaksudkan untuk mengungkapkan dana yang dikeluarkan untuk hanya bersenang-senang atau bukan pengeluaran dana inti dari upacara tersebut, sehingga menolak penuh “ngabehin” atau menghabiskan uang yang banyak. DOWNLOAD<a href="“>

%d blogger menyukai ini: