PENDIDIKAN POLITIK PERSPEKTIF HINDU (KONSEP PENDIDIKAN POLITIK KAJIAN TOKOH MAHATMA GANDHI)

oleh I Gusti Nyoman Suardeyasa

ABSTRAK

Latar belakang penelitian, kurang dipahaminya pendidikan politik yang benar (politik yang terdidik), muncul anggapan politik itu tabu dan tidak layak untuk dilakukan, pelaku politik semata-mata untuk mempertahankan kekuatan, kekuasaan, dan kepentingan pribadinya yang bertentangan dengan ajaran agama, hingga muncul tindakan seperti: (1) Menggunakan politik sebagai senjata untuk saling menjatuhkan, saling menjelekkan; (2) pemahaman yang dangkal tentang peran dan kedudukan pendidikan politik; (3) menghindari kesalahan tafsir terhadap sistem pendidikan politik agama Hindu terutama pemikiran Mahatma Gandhi yang sesungguhnya sangat luhur, dan banyak mengandung nilai sraddha dan bhakti; (4) timbul pandangan bahwa politik hanya dimiliki oleh sejumlah elit yang berada dalam kondisi tertentu.

Berdasarkan latar belakang di atas, timbul suatu permasalahan yang dapat dirumuskan sebagaiberikut: (1) bagaimana pendidikan politik Hindu dalam pemikiran Mamatma Gandhi ? (2) bagaimanakah kontribusi pendidikan politik Mahatma Gandhi terhadap pendidikan agama Hindu.

Pustaka-pustaka pendukung; the story of my eksperiments with the truth, ajaran Mahatma Gandhi kesaksian pengikut dan musuh-musuhnya, the matchless weapon satyagraha, Gandhi Sutra, from Yeravda Mandir, pemikiran Gandhi tentang kemanusiaan, etika politik prinsip-prinsip moral dasar kenegaraan. Konsep yang digunakan untuk menopang penelitian iaitu; konsep politik, konsep persfektif dan konsep pendidikan agama Hindu. Teori yang digunakan untuk memunculkan permasalahan; Teori kekuasaan, teori fungsional-truktural, teori pertimbangan sosial. Untuk mendapatkan jawababan terhadap permasalahan yang dihadapi dalam penelitian, pendekatan subyek menggunakan metode snowballing sampling, pengumpulan data menggunakan; (1) metode study kepustakaan dan metode interview mendalam dan terarah; (2). Tekhnik analisis data: (1) metode komperatif dan (2) metode deskriptif interpretatif.
Ajaran Mahatma Gandhi; satya, ahimsa, brahmacarya, aparigraha, asteya, penguasaan lidah, nirbaya, emoh bersentuhan , karya pangan, toleransi, rendah hati, arti sumpah, yadnya, dan swadeshi. Politik diartikan sebuah proses melawan nafsu dalam diri barulah memulai untuk melawan musuh-musuh tanpa perlawanan fisik dengan kejujuran dan pantang keduniawian, proses untuk membebaskan diri dari belenggu kebutuhan diri sendiri. kebebasan (celeberations), freedom, perjuangkan rakyat tertindas, mempertahankan keselarasan nilai-nilai agama, tanpa kekerasan (non-violence/ ahimsa), memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran, nishkama karma, memperoleh ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkat, jenjang dan umur peserta didik (catur ashrama; brahmacarya, grehastha, wanaprastha, sanyasin) sesuai dengan guna karmanya.

Kontribusi ajaran Gandhi terhadap pendidikan Hindu adalah dalam bidang tatasusila, dia sangat menekankan terbentuknya moral dari anak-anak bangsa. Dalam bidang hukum Hindu dan kewarganegaraan beliau memberikan tekhnik persidangan, cara menjalankan hukum yang baik. Dalam bidang filsafat agama, Gandhi memberikan sebuah eksperimen dengan dirinya sendiri dijadikan sebagai ladang eksperimennya itu. Pendidikan sosial budaya, Gandhi adalah seorang yang membudayakan khasanah lokal, pejuang kemerdekaan India. Pendidikan ekonomi, Gandhi memberikan cara-cara mencari nafkah yang baik dan tulus dan dalam bidang pendidikan kesehatan ia mempercayakan pengobatan kuhne, dan vegetarian sebagai obat ketamahan jiwa manusia.

SUMBER: SKRIPSI JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA HINDU INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR TAHUN 2005;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: