Pembelajaran Multikultur Hindu Menuju Kontekstual

Oleh: I Gst. Nyoman Suardeyasa

Pendidikan multikultur bukanlah sebuah model pembelajaran, akan tetapi lebih mengarahkan diri kepada sebuah pembelajaran yang mengharapkan pemahaman guru dan siswa terkait dengan multikultur dalam agama Hindu.
Pada sebagian besar guru agama Hindu yang diobservasi, mengajar masih selalu menggunakan buku paket dan materinya masih terbilang tidak begitu beragam. Buku paket ini dikritisi habis-habisan oleh kalangan guru-guru agama Hindu di luar daerah Bali.
“Katanya agama Hindu tidak menghapus lokal genius, jika begitu dalam buku paket seharusnya dapat membubuhi bumbu-bumbu budaya Hindu yang ada di luar daerah Bali”. Memang demikian adanya, buku-buku agama Hindu masih didominasi oleh penulis dari Bali.
Sehingga nuansanya masih Bali, sedangkan pembelajaran yang bagus menurut penulis adalah pembelajaran kontekstual yang diistilahkan dengan contekstual teaching and learning (CTL).
Kontekstual artinya sesuai dengan kebutuhan siswa, dan kebutuhan urgen saat ini bagi bangsa, kebutuhan dunia kerja, atau juga kebutuhan masyarakat yang menitipkan siswanya di sekolah.
Dalam pembelajaran agama Hindu untuk sementara dapat diartikan, memberikan pengetahuan, sila dan keterampilan yang ada di daerah masing-masing, atau sumber-sumber pelajaran dapat diambil dari materi lokal di daerahnya masing-masing. download

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: