Mendebat pertanyaan tentang Tuhan, Nabi, dan Wahyu

Mendebat pertanyaan tentang Tuhan, Nabi, dan Wahyu
Oleh: IGN.Suardeyasa

dalam agama Hindu, siapakah Tuhan?, apakah ada nabi?, apakah Tuhan menurunkan wahyu untuk manusia?

diajukan oleh:

danangwirawan.wordpress.com, danangajiwirawan@gmail.com

pertanyaan anda terlalu menyekik bagi saya….! anda bertanya berdasarkan perspektif anda sendiri…lalu apa saya jawab….begini:
1. Arti Agama, a+gam, a= tidak, gam=pergi, apa yang tidak pergi, apa yang selalu ada? itulah agama. nah sekarang di Indonesia ada peraturan tentang syarat-syarat agama; memiliki Tuhan, memiliki kitab suci, memiliki nabi, memiliki tempat suci…
2. Lanjut ke pertanyaan kedua, biar sistematis ya….anda bertanya dengan menggunakan kata “siapa”, dalam tataran tata bahasa yang baku, kata “siapa” ditujukan untuk mempertanyakan manusia, contoh siapa nama presiden Indonesia sekarang ini? jawabnya SBY begitu kan?, berarti anda sudah menyamakan ITU dengan manusia (musrik nggak?), kenapa anda bertanya dengan menggunakan “siapa”?, nih jawaban dari Pustaka Suci Hindu, neti, neti, neti, ITU bukan ini, bukan juga itu…(ini karena anda bertanya yang mendasar, jadi saya menjawab dengan filsafat), yang jelas ITU tidak dapat digambarkan dengan kata-kata Nirguna Brahman (tidak berwujud-tidak terpikirkan-abadi). Lalu, karena sifat ITU ada di mana-mana dalam Hindu “Wyapi Wyapaka Nirwikara”, ITU ada di mana-mana menguasai segalanya, jadi terserah dong ITU mau jadi apa?, karena kekuasaannya mau jadi manusia, jadi hewan, jadi Dewa, jadi wah pokoknya terserah ITU-maunya apa?, dalam Hindu, ITU bisa menjadi para Dewa karena kekuatan dari ITU pada aspek tertentu, misalkan ITU dalam kekuatannya mencipta disebut dengan Brahma, ITU dalam kekuatannya sebagai pemelihara disebut Wisnu, ITU dalam kekuatannya sebagai pengharmonis disebut Siwa….setelah ITU “menjadi” ini dalam kondisi Sadguna Brahman.
Lantas, kenapa bisa ada sebutan nama ITU…sekarang saya bertanya lagi? kapan orang Indonesia menggunakan kata “Tuhan”? kenapa harus nama ITU diganti dengan kata “Tuhan”?, siapa yang membuat kata “Tuhan” itu?, lalu apa yang anda maksudkan dengan kata “Tuhan” itu?, (saya balik bertanya),
Jawaban saya pendek, mohon maaf, apa yang anda maksudkan dengan “siapa” dan apa yang ada maksudkan dengan “Tuhan” (Tolong diberi tahu-mohon di balas)
3. lagi kata “nabi”, sepengatahuan saya “nabi” digunakan oleh kepercayaan rumpun Abrahamik (Islam, Kristen, dan Yahudi), bertanyalah kepada mereka itu ya…sampe bodok bertanya tidak akan ada nabi dalam agama Hindu, yang ada Maha Rsi….tolong bertanya yang kontekstual.

4. untuk pertanyaan keempat, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian. Lagi-lagi anda salah bertanya, apa yang anda maksudkan dengan “wahyu”? (tolong jawab)

Mohon maaf, mari kita berbagi pengetahuan. karena anda bertanya ke akar-akarnya berarti anda harus siap ber-filsafat….
terima kasih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: