Model Pembelajaran Hindu

Kajian Model Pembelajaran Tri Semaya pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar
Oleh: IGN.Suardeyasa

Abstrak

Latar belakang penelitian ini, seiring kondisi Bali yang telah mengalami krisis pada berbagai segi, berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang dicatat oleh WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) terjadi defisit air yang terus meningkat mencapai 7,5 miliar m3/tahun dan diperkirakan tahun 2015 mencapai 27,6 miliar m3/tahun. Bali krisis listrik, dengan kapasitas 450 MW dan dipasok 200 MW (44,14 %) dari Jawa, pemakaian beban listrik titik puncak 332 MW atau masih tersisa sekitar 118 MW lagi, namun pertumbuhan pemakaian mencapai rata-rata cukup tinggi pertahunnya yaitu 14,5 % sehingga kedepannya akan habis terpakai. Demikian juga dengan eksploitasi lahan, hutan, laut yang terpetak-petak dan pengrusakan alam yang semakin meraja lela, mengkhawatirkan bagi Bali, juga tingkat polusi udara, perubahan iklim (climate change) di Bali semakin tinggi yang segera harus mendapatkan resolusi, terutama dalam bidang pendidikan agama Hindu yang dapat mengendalikannya melalui aspek ajaran-ajarannya khususnya Tri Sëmaya yang dijadikan misi SMA Negeri 8 Denpasar, namun perlu dikaji terlaksananya dan digunakannya ajaran ini dalam mendesain pembelajaran di SMA Negeri 8 Denpasar.

Sehingga masalah penelitian ini adalah (1) bagaimanakah pelaksanaan model pembelajaran Tri Sëmaya pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar?; (2) bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam melaksanakan model pembelajaran Tri Sëmaya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar? dan; (3) Bagaimanakah upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala pelaksanaan model pembelajaran Tri Sëmaya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar?

Teori untuk mengkaji permasalahan adalah teori konstruktivis, pembelajaran untuk membangun konsep awal siswa, siswa belajar bermakna, bekerja sama, dan belajar aktif serta kreatif, teori konvergensi, teori orientasi nilai untuk mengkaji kendala dan upaya-upaya pembenahan kualitas out put SMA Negeri 8 Denpasar. SMA Negeri 8 Denpasar sebagai lokasi penelitian, jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Jenis data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif, yang bersumber dari data primer berasal dari data observasi, wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari data studi kepustakaan dan dokumentasi. Peneliti sendiri sebagai subjek penelitian dengan membuat instrument, kajian model pembelajaran Tri Sëmaya, dan SMA Negeri 8 Denpasar sebagai objek dipilih berdasarkan kajian empirik, informan ditentukan secara snow balling sampling, data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan coding, editing, klasifikasi, cross cek data, telaah, reduksi dan menyimpulkan data.

Hasil penelitian ini adalah: model pembelajaran Tri Sëmaya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar, dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Pada tahapan perencanaan menyesuaikan kerangka Tri Sëmaya dengan materi pelajaran, menyesuaikan indicator keberhasilan, tujuan pembelajaran, sumber dan alat pelajaran, serta metode pembelajaran. Pada tahapan sintaks pembelajaran, guru memberikan informasi terkait dengan materi susila yang dibahas, siswa bekerja sama (cooperating) mencari konsep Tri Guna dan Dasa Mala dalam sumber-sumber susastra Hindu seperti Bhagawan Dhomya dan Bambang Ekalawya, menghubungkannya (relating) dengan kondisi kekinian (wartamana) berdasarkan pengalaman siswa sendiri (experiencing), mengaplikasikan (appliying) nilai-nilai Tri Guna dan Dasa Mala dalam ceritra tersebut, guru dapat menguatkan dan mentransfer pengetahuan tambahan untuk menuju masa depan (nagata) yang lebih baik. Tahapan evaluasi, soal-soal yang disediakan disesuaikan dengan materi untuk mengembangkan daya Tri Sëmaya siswa. Tahapan evaluasi, soal-soal yang disediakan disesuaikan dengan materi untuk mengembangkan daya Tri Sëmaya siswa.

Kendala pelaksanaan model pembelajaran Tri Sëmaya di SMA Negeri 8 Denpasar (1) pada kendala internal jasmani siswa dan mental siswa seperti kurangnya motivasi, minat dan bakat siswa dalam belajar agama Hindu; dan (2) kendala eksternal adalah lingkungan dan alat belajar yang dialami oleh guru mata pelajaran pendidikan agama Hindu.Upaya dalam menanggulangi kendala pelaksanaan model pembelajaran Tri Sëmaya di SMA Negeri 8 Denpasar, (1) pada tingkat kelas (pembelajaran) guru melakukan peningkatan motivasi siswa secara kontinyu, melakukan remedi, melaksanakan bimbingan dan konseling serta melakukan pelaporan terhadap pihak orang tua; (2) pada tingkat institusi, memberikan bea siswa meningkatkan prestasi guru mata pelajaran, dan merealisasikan program kerja tahunan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa pada tataran kognitif seperti dharma wacana (pidato keagamaan), cerdas cermat, olimpiade Hindu, pada tingkat psikomotor kematangan keterampilan keagamaan, dengan melihat celah-celah kehidupan untuk meningkatkan kualitas hidup masa depan sesuai dengan ajaran Tri Sëmaya.

Sumber:

Kajian Model Pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 8 Denpasar, Thesis Pasca Sarjana IHD Negeri Denpasar, 2009.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.424 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: